Monday, 13 September 2010

Menantu dan Mertua

 Hubungan antara Menantu dan Mertua sering menjadi sesuatu yang menakutkan bagi wanita yang ingin menikah, padahal tidak sedikit juga yang sukses menjalin hubungan harmonis dengan mertuanya. Berikut adalah Tips agar hubungan Menantu dan Mertua harmonis.
Problem Menantu dan Mertua
Kisah-kisah minor dalam hubungan menantu-mertua biasanya muncul karena kesenjangan antar generasi. Tapi, juga bisa karena hal-hal di bawah ini.
  • Rasa iri dan tersaing. Perasaan ini amat menonjol jika si Ibu merasa anaknya "diambil" menantu.
  • Terlalu campur tangan. Rasa sayang sang ibu kepada putranya tetap dirunjukkan dengan proteksi yang sama seperti ketika anaknya belum menikah.Ini menyebabkan sang Ibu masih ikut campur mengatur anaknya.
  • Pola asuh anak. Hidup bersama mertua biasanya memiliki konsekuensi pada pengasuhan anak. Banyak 
  • Ibu mertua yang mendidik cucunya dengan cara ia mendidik anaknya dulu.
Membina Hubungan Baik
Menjaga hubungan dengan mertua merupakan hal penting bagi menantu. Setidaknya hubungan yang

Sunday, 12 September 2010

Perang Saudara di Ambon (in Indonesian)

Februari 24, 1999
Sebelum tanggal 19 Januari, 1999, Ambon lebih dikenal sebagai pulau  penghasil rempah-rempah. Pada tanggal 19 Januari, 1999, Ambon dan  pulau-pulau di sekitarnya dilanda oleh perang saudara yang berkecamuk  dengan dahsyat. Walaupun Ambon di kenal sebagai daerah orang Kristen  di Indonesia, warga Islam di Ambon telah menikmati hidup rukun dan  harmonis bersama warga Kristen. Kehidupan yang rukun dan harmonis ini  ternyata berakhir dengan kehancuran yang tak dapat di kembalikan lagi   seperti semula pada tanggal 19 Januari, 19999. Warga Ambon menolak  kejadian ini sebagai suatu kerusuhan , mereka berkeras menyatakannya  sebagai sebuah perang saudara.
Perang ini di mulai dari sebuah kejadian yang sepele. Kejadian kecil  yang bersifat lokal ini dimulai ketika seorang supir taxi bertengkar /  berantem dengan seorang warga Islam Ambon. Berbagai sumber berita  dengan kuat mengindikasikan bahwa kesempatan ini digunakan oleh para  provokator untuk memulai pengrusakan besar-besaran di Ambon dan bahkan  sampai ke pulau-pulau di sekitarnya. Pola yang demikian kelihatannya  muncul berulang-kali dari kasus ke kasus , di mana kejadian lokal yang  sepele menjadi sesuatu yang besar dan tak terkendali yang menghancurkan   semua komunitas yang ada. Kita bisa melihat pola ini di Ketapang,  Kupang, kasus Poso (di mana kasus Poso ini tidak pernah di liputi oleh  media, dan kejadian sekitar hari natal tahun 1998 di Sulawesi Tengah  yang menghantam kota Poso, Palu dan Palopo itu sangat parah juga).  Bahkan berbagai sumber berita mengisyaratkan bahwa para provokator itu  di gerakkan oleh Suharto dan antek-anteknya.
Kasus Ambon ini adalah yang paling parah, daftar pertama para korban  dilampirkan di tabel 1. Sejak saat itu masyarakat Ambon hidup dalam  ketakutan dan banyak kejadian-kejadian kecil dimana-mana. Belum sampai  tanggal 14 Februari, 1999, muncul lagi kejadian serius lainnya. Warga  Kristen di Kariu di pulau Haruku di serang oleh penduduk Pelauw,  Kailolo dan Ori. Sebagian besar penduduk dari

Saturday, 11 September 2010

Kutukan Mobil James Dean

Pada bulan September 1955, James Dean tewas dalam kecelakaan mobil yang menakutkan lagi saat ia mengemudikan mobil Porche sportnya. Sesudah itu mobilnya tampaknya menjadi mobil pembawa sial.
a) Saat mobilnya diderek dari tempat terjadinya kecelakaan dan dibawa menuju garasi, mesinnya copot dan jatuh mengenai mekaniknya, dan menghancurkan kedua kakinya.
b) Akhirnya mesinnya dibeli oleh seorang doktor, yang memasang mesin di mobil balapnya dan tewas setelah itu, saat dia balapan. Pembalap lain, di balapan yang sama, tewas dimobilnya, yang dipasangi poros kardan milik James Dean.
c) Tempat dimana porche milik James Dean diperbaiki, yaitu sebuah garasi, rusak terbakar habis.
d) Kemudian mobil itu dipamerkan di Scramento, namun tiba-tiba rusak berantakan dan melukai pinggul seorang remaja.
e) Di Oregon, trailer dimana mobil itu diperbaiki terselip dan menabrak sebuah toko.
f) Akhirnya, tahun 1959, secara misterius mobil itu hancur berantakan menjadi 11 bagian.


Friday, 10 September 2010

Pastor Jones Batalkan Pembakaran Alquran

Gainesville - Pastor Terry Jones membatalkan rencananya untuk membakar ratusan Alquran. Dia menjelaskan hal ini urung dilakukannya karena pimpinan organisasi Muslim telah sepakat untuk memindahkan lokasi masjid dari dekat wilayah Ground Zero di New York.

"Orang-orang Amerika tidak ingin ada Masjid di sana, dan tentu saja orang Muslim tidak ingin kami membakar Alquran mereka," ujar Jones seperti ditulis AFP, Jumat (10/9/2010).

Jones, pimpinan sebuah gereja kecil di Florida yang memiliki

9 Pedang Nabi Muhammad Beserta Namanya

1.Al Mat'thur
Juga dikenal sebagai 'Ma'thur Al-Fijar' adalah pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum dia menerima wahyu yang pertama di Mekah. Pedang ini diberi oleh ayahnya, dan dibawa waktu hijrah dari Mekah ke Medinah sampai akhirnya diberikan bersama-sama dengan peralatan perang lain kepada Ali bin Abi Thalib.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 99 cm. Pegangannya terbuat dari emas dengan bentuk berupa 2 ular dengan berlapiskan emeralds dan pirus. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: 'Abdallah bin Abd al-Mutalib'.

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa 'uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
2.Al Adb
Al-'Adb, nama pedang ini, berarti "memotong" atau "tajam." Pedang ini dikirim ke para sahabat Nabi Muhammad SAW sesaat sebelum Perang Badar. Dia menggunakan pedang ini di Perang Uhud dan pengikut-pengikutnnya menggunakan pedang ini untuk menunjukkan kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Sekarang pedang ini berada di masjid Husain di Kairo Mesir.

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa 'uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
3.Dhu Al Faqar
Dhu Al Faqar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan pada waktu perang Badr. Dan dilaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan pedang ini kepada

Khalid ibn al- Walid



Khālid ibn al-Walīd (Arabic: خالد بن الوليد‎; 592–642) also known as Sayfu al-Lāh al-Maslūl (the Drawn Sword of God), was a Sahabi, a companion of Prophet Muhammad, astute in the art of war and one of the most successful military commanders in history.[1] He is noted for his military tactics and prowess, commanding the forces of Prophet Muhammad and those of his immediate successors of the Rashidun Caliphate; Abu Bakr and Umar. It was under his military leadership that Arabia, for the first time in history, was united under a single political entity, the Caliphate. He is one of the few military general's in history who have remained undefeated in battle their entire life. He has the distinction of being undefeated in over a hundred battles, against the numerically superior forces of the Byzantine-Roman Empire, Sassanid-Persian Empire, and their allies, in addition to other Arab tribes. His strategic achievements include the conquest of Arabia, Persian Mesopotamia and Roman Syria within several years from 632 to 636. He is also remembered for his decisive victories at Yamamah, Ullais, Firaz, and his tactical marvels, the Walaja and Yarmouk.

Khalid ibn al-Walid (Khalid son of al-Walid) was from the Meccan tribe of Quraysh, from a clan that initially opposed Muhammad. He played a vital role in the Meccan victory at the Battle of Uhud. He converted to Islam, however, and joined Muhammad after the Treaty of Hudaybiyyah and participated in various expeditions for him, such as the Battle of Mu'tah. After Muhammad's death, he played a

Thursday, 9 September 2010

KISAH MASUK ISLAMNYA KHALID BIN WALID ( PANGLIMA PERANG YANG TANGGUH)

Dahulu sebelum masuk Islam Nama Khalid bin Walid sangat termashur sebagai panglima Tentara Kaum Kafir Quraisy yang tak terkalahkan. Baju kebesarannya berkancingkan emas dan mahkota dikepalanya bertahtahkan berlian . Begitu gagah dan perkasanya Khalid baik di Medan perang maupun  ahli dalam menyusun strategi perang.  Pada waktu Perang UHUD melawan tentara Muslimin pimpinan Rosululloh SAW banyak  Suhada yang Syahid terbunuh ditangan Khalid bin Walid dengan dengan  Suara lantang diatas perbukitan  Khalid bin Walid berkata